Skrol untuk membaca pos
Example 325x300
⚡Berita Terbaru
This is a notification. You can use shortcodes, links, and any text you want.
Example floating
Example floating
Example 728x250

Wajah Baru Taman Bendera Pusaka: Buka 24 Jam untuk Warga, Pramono Tegaskan Bukan Tempat Menginap

mbah wage
Example 468x60
A-AA+A++

Wajah Baru Taman Bendera Pusaka: Buka 24 Jam untuk Warga, Pramono Tegaskan Bukan Tempat Menginap

AnakUI.com Yogyakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan Taman Bendera Pusaka di Jakarta Selatan sebagai ruang publik yang kini bisa diakses warga selama 24 jam penuh. Meski memberikan kebebasan akses tanpa batas waktu, Pramono memberikan catatan tegas bagi seluruh pengunjung: taman ini adalah tempat beraktivitas dan rekreasi, bukan lokasi untuk tidur atau menginap.

Example 300x600

Langkah membuka taman sepanjang hari ini diambil untuk memberikan ruang lebih luas bagi warga Jakarta yang memiliki ritme hidup dinamis. Dengan status barunya, Taman Bendera Pusaka diharapkan menjadi oase hijau yang selalu siap menyambut warga, baik untuk olahraga pagi, bersantai di sore hari, hingga aktivitas komunitas di malam hari.

Pramono menyampaikan hal tersebut usai meresmikan Taman Bendera Pusaka pada Sabtu (14/3/2026). Kawasan ini bukan sekadar taman baru, melainkan hasil integrasi dari tiga taman ikonik di Jakarta Selatan yang kini menyatu dalam satu manajemen dan konsep ruang terbuka hijau yang lebih modern.

"Jadi taman ini adalah untuk taman bersama, bukan tempat untuk tidur," ujar Pramono saat memberikan keterangan kepada wartawan di lokasi peresmian.

Pernyataan ini menjadi peringatan awal agar fungsi utama taman sebagai ruang publik tetap terjaga. Pramono menyadari bahwa akses 24 jam memiliki tantangan tersendiri, terutama terkait potensi penyalahgunaan fasilitas publik oleh oknum yang tidak bertanggung jawab atau warga yang menjadikannya tempat tinggal sementara.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan skema pengamanan yang ketat namun tetap humanis. Pengelola taman akan menyiagakan petugas keamanan atau sekuriti yang beroperasi dalam beberapa sif untuk memantau seluruh sudut kawasan seluas 5,6 hektare tersebut.

Petugas keamanan memiliki instruksi jelas untuk mengawasi aktivitas pengunjung. Jika ditemukan warga yang kedapatan tidur atau bermalam di area taman, petugas akan segera bertindak dengan memberikan teguran dan edukasi.

"Kalau ada warga yang kemudian untuk tidur-tiduran dan sebagainya, ya tentunya ada sekuriti yang akan mengingatkan," tegas Pramono.

Taman Bendera Pusaka sendiri merupakan proyek ambisius yang menggabungkan tiga taman yang sudah sangat dikenal warga Jakarta Selatan, yakni Taman Ayodya, Taman Leuser, dan Taman Langsat. Penggabungan ini menciptakan satu kawasan hijau terpadu yang sangat luas, memberikan pengalaman baru bagi warga untuk berpindah dari satu zona ke zona lainnya tanpa sekat yang kaku.

Dengan total luas mencapai 5,6 hektare, taman ini kini menjadi salah satu paru-paru kota terbesar di wilayah Jakarta Selatan. Integrasi ini tidak hanya sekadar menggabungkan lahan, tetapi juga merombak fasilitas di dalamnya agar lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat urban saat ini.

Salah satu daya tarik utama yang ditonjolkan adalah fasilitas olahraga yang lengkap. Bagi para pecinta lari, tersedia jogging track sepanjang 1,2 kilometer yang didesain dengan permukaan yang nyaman dan jalur yang dikelilingi pepohonan rindang. Jalur ini diprediksi akan menjadi favorit baru bagi komunitas lari, terutama mereka yang terbiasa berolahraga saat malam hari atau subuh.

Selain jalur lari, Taman Bendera Pusaka juga dilengkapi dengan lapangan olahraga multifungsi. Fasilitas ini dapat digunakan untuk berbagai jenis olahraga bola, memberikan ruang bagi anak muda dan komunitas lokal untuk menyalurkan hobi mereka di tengah keterbatasan lahan olahraga di ibu kota.

Tak ketinggalan, Pemprov DKI juga menghadirkan lapangan padel, jenis olahraga yang belakangan ini sedang naik daun di Jakarta. Kehadiran lapangan padel di ruang publik ini menunjukkan upaya pemerintah untuk mendemokratisasi fasilitas olahraga yang biasanya hanya ditemukan di klub-klub olahraga privat atau berbayar mahal.

Pramono Anung menjelaskan bahwa tujuan utama dari pembukaan taman 24 jam ini adalah untuk memaksimalkan manfaat ruang terbuka hijau bagi warga. Jakarta sebagai kota global membutuhkan ruang publik yang inklusif dan bisa diakses kapan saja, mengingat jadwal aktivitas warga yang sangat beragam.

"Taman ini dibuka sepanjang hari agar bisa dimanfaatkan warga untuk berbagai aktivitas, seperti olahraga maupun rekreasi," tambahnya.

Keberadaan Taman Bendera Pusaka juga menjadi bagian dari strategi besar Pemprov DKI dalam menambah luasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Jakarta. Dengan mengintegrasikan taman-taman yang ada, pemerintah dapat melakukan pengelolaan yang lebih efisien, mulai dari perawatan tanaman, kebersihan, hingga sistem pencahayaan yang mendukung keamanan di malam hari.

Aspek pencahayaan menjadi kunci penting dalam operasional taman 24 jam. Di seluruh kawasan Taman Bendera Pusaka, telah dipasang lampu-lampu taman yang estetis namun fungsional, memastikan tidak ada sudut gelap yang bisa memicu tindakan kriminal atau aktivitas negatif lainnya.

Warga menyambut baik langkah integrasi dan pembukaan taman 24 jam ini. Kawasan Ayodya dan Langsat selama ini memang sudah menjadi titik kumpul favorit, namun dengan fasilitas yang lebih terintegrasi dan waktu operasional yang lebih fleksibel, daya tarik kawasan ini dipastikan akan meningkat pesat.

Pemerintah berharap masyarakat bisa ikut menjaga fasilitas yang telah disediakan. Kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan, tidak merusak tanaman, dan mematuhi aturan untuk tidak menjadikan taman sebagai tempat tidur adalah kunci agar Taman Bendera Pusaka tetap nyaman dinikmati oleh semua kalangan.

Dengan peresmian ini, Taman Bendera Pusaka kini resmi menjadi standar baru bagi pengelolaan ruang publik di Jakarta. Sebuah ruang yang tidak hanya hijau dan asri, tetapi juga dinamis, aman, dan benar-benar hidup sepanjang waktu untuk melayani kebutuhan warga kota.

Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk terus memantau perkembangan operasional taman ini. Jika model 24 jam di Taman Bendera Pusaka terbukti sukses dan tertib, tidak menutup kemungkinan konsep serupa akan diterapkan di taman-taman besar lainnya di Jakarta untuk mewujudkan kota yang lebih ramah bagi penghuninya.

Example 300250
Example 120x600
Example 728x250