
Sosok Poyici Oyen, Kucing ‘Polisi’ Viral yang Ikut Amankan Lalu Lintas Jalur Puncak Bogor
AnakUI.com Yogyakarta – Pemandangan tak biasa terlihat di Simpang Gadog, Bogor, Jawa Barat, di tengah hiruk-pikuk arus kendaraan yang memadati jalur wisata Puncak. Di antara deretan personel kepolisian yang sibuk mengatur lalu lintas, terselip sosok mungil menggemaskan yang mencuri perhatian ribuan pasang mata pengendara. Ia adalah ‘Poyici Oyen’, seekor kucing berwarna oranye yang kini resmi menjadi "idola" baru di kawasan tersebut.
Kehadiran Poyici Oyen bukan sekadar kebetulan. Kucing ini tampil nyentrik dengan atribut lengkap layaknya seorang petugas lapangan. Mengenakan seragam mini bermotif polisi dan kacamata hitam yang bertengger di kepalanya, Poyici Oyen tampak tenang berada di pundak atau di samping petugas saat memantau pergerakan kendaraan. Aksi unik ini pun mendadak viral di media sosial dan menjadi perbincangan hangat netizen.
Poyici Oyen sebenarnya adalah kucing peliharaan milik Bripka Yunas, seorang anggota Polsek Cijeruk. Kedekatan antara Bripka Yunas dan kucing oranyenya ini sudah lama terjalin, namun belakangan sosoknya semakin dikenal luas setelah sering diajak turun ke lapangan untuk membantu tugas-tugas kepolisian, terutama dalam memberikan informasi lalu lintas kepada masyarakat.
Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto, mengonfirmasi bahwa Poyici Oyen memang sengaja dilibatkan dalam pengamanan jalur Puncak. Kucing ini dibawa oleh Bripka Yunas yang sedang mendapatkan penugasan Bawah Kendali Operasi (BKO) di Pospol Hoegeng, Simpang Gadog.
"Ini kita ada personel dari Polsek Cijeruk yang beberapa hari ke depan akan kita BKO-kan di Pospol Hoegeng, di Gadog ini, untuk membantu melakukan live report lalu lintas," ujar AKBP Wikha Ardilestanto saat memantau kondisi di lapangan, Minggu (22/3/2026).
Kehadiran Poyici Oyen di lapangan memberikan warna tersendiri di tengah ketegangan arus lalu lintas Puncak yang kerap mengalami kemacetan panjang. AKBP Wikha sendiri tak bisa menyembunyikan rasa gemasnya saat melihat kucing tersebut. Ia sempat terlihat mengelus bulu oranye Poyici Oyen yang tampak tenang meski berada di tengah kebisingan suara klakson dan mesin kendaraan.
Strategi melibatkan hewan peliharaan dalam tugas kepolisian ini ternyata memiliki tujuan yang lebih dalam. Pihak kepolisian menyadari bahwa penyampaian informasi mengenai kondisi lalu lintas, seperti jadwal sistem satu arah (one way) atau titik-titik kemacetan, seringkali terasa kaku jika hanya disampaikan secara formal.
Dengan adanya Poyici Oyen, diharapkan pesan-pesan kamtibmas dan informasi lalu lintas dapat tersampaikan dengan cara yang lebih humanis dan efektif. Kucing ini menjadi jembatan komunikasi antara polisi dan masyarakat, terutama bagi mereka yang mungkin jarang memantau media massa atau kanal berita resmi.
"Kita lebih melihat dengan adanya si Polisi Oyen ini, kita membantu masyarakat untuk melihat arus lalu lintas seperti apa. Takutnya apabila masyarakat tidak melihat media, mereka tidak akan tahu kondisinya seperti apa," tutur Wikha menjelaskan urgensi kehadiran sang kucing.
Di dunia maya, Poyici Oyen bukanlah sosok asing bagi para pecinta kucing. Bripka Yunas secara rutin mengunggah konten video kreatif di media sosial yang memperlihatkan keseharian dan kebersamaannya dengan sang kucing saat bertugas. Konten-konten tersebut tidak hanya menghibur, tetapi juga sering kali disisipi pesan-pesan edukasi mengenai keselamatan berkendara.
Daya tarik Poyici Oyen di lapangan terbukti sangat kuat. Banyak pengendara yang sedang beristirahat di sekitar Simpang Gadog sengaja mendekat hanya untuk sekadar mengambil foto atau melihat langsung aksi kucing tersebut. Poyici Oyen seolah menjadi magnet yang mampu mencairkan suasana lelah para pelancong yang terjebak kemacetan.
Tak hanya orang dewasa, anak-anak yang berada di dalam kendaraan atau yang sedang menunggu berakhirnya sistem one way dari arah Puncak menuju Jakarta, tampak sangat antusias. Mereka terlihat asyik bermain dengan Poyici Oyen di area Pospol Gadog. Kehadiran kucing ini efektif menjadi hiburan gratis yang meredam kejenuhan anak-anak selama perjalanan jauh.
Secara psikologis, kehadiran hewan di tempat umum yang padat aktivitas seperti jalur Puncak dapat membantu menurunkan tingkat stres, baik bagi petugas maupun masyarakat. Bripka Yunas sendiri mengaku bahwa membawa Poyici Oyen membuatnya lebih bersemangat dalam menjalankan tugas yang cukup berat di lapangan.
Kucing oranye atau yang sering dijuluki ‘kucing oyen’ oleh netizen Indonesia memang dikenal memiliki karakter yang berani dan terkadang nyeleneh. Namun, Poyici Oyen menunjukkan sisi yang berbeda; ia sangat disiplin dan tenang saat dipasangkan atribut polisi. Kacamata hitam yang dipakainya pun tetap berada di tempatnya, menambah kesan "profesional" pada penampilannya.
Penugasan Poyici Oyen di Pospol Hoegeng diperkirakan akan terus berlanjut selama masa libur panjang atau periode puncak kepadatan kendaraan. Kehadirannya menjadi bukti bahwa pendekatan kepolisian yang kreatif dan humanis mampu mendapatkan simpati publik sekaligus meningkatkan efektivitas penyebaran informasi.
Bagi para pengendara yang melintasi jalur Puncak, kehadiran sosok kucing oranye ini menjadi pengingat bahwa di balik ketegasan aturan lalu lintas, ada sisi humanis yang coba ditonjolkan oleh jajaran Polres Bogor. Masyarakat kini tidak hanya menanti update mengenai jam pemberlakuan one way, tetapi juga menantikan aksi-aksi terbaru dari Poyici Oyen di layar gawai mereka.
Fenomena Poyici Oyen ini sekaligus mempertegas tren penggunaan media sosial oleh instansi kepolisian untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Dengan konten yang ringan namun informatif, polisi berhasil mengubah persepsi kaku menjadi lebih dekat dengan masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, video-video yang menampilkan Poyici Oyen saat "mengatur" lalu lintas terus dibanjiri komentar positif dari netizen. Banyak yang memuji kreativitas Bripka Yunas dan dukungan dari Kapolres Bogor yang memberikan ruang bagi inovasi semacam ini di lapangan.
Kini, Simpang Gadog bukan lagi sekadar titik kemacetan yang melelahkan, melainkan tempat di mana masyarakat bisa melihat sisi lain dari tugas kepolisian melalui kehadiran seekor kucing oranye yang berdedikasi. Poyici Oyen telah membuktikan bahwa untuk menjadi pusat perhatian dan memberikan manfaat, seseorang—atau seekor kucing—hanya perlu hadir dengan cara yang unik dan tulus.











