QRIS Resmi Bisa Dipakai di China, Belanja Kini Makin Praktis & Global

Avatar of Razzan Jr
Razzan Jr
A-AA+A++

AnakUI.com – Bayangkan berjalan di tengah hiruk-pikuk pasar tradisional di Shanghai atau pusat perbelanjaan modern di Beijing tanpa perlu lagi mengantre di money changer atau membawa tumpukan uang tunai. Kini, kemudahan transaksi digital yang selama ini kita nikmati di kedai kopi lokal telah resmi melintasi batas negara menuju salah satu kekuatan ekonomi terbesar dunia.

Implementasi QRIS Antarnegara antara Indonesia dan China bukan sekadar inovasi teknologi biasa, melainkan tonggak sejarah baru dalam ekosistem keuangan digital nasional. Langkah strategis ini menandai perluasan fungsi QRIS yang semula hanya menjadi andalan pembayaran domestik, kini bertransformasi menjadi infrastruktur pembayaran lintas negara yang inklusif dan efisien.

Sinergi Bank Sentral: Jembatan Digital Indonesia-China

Keberhasilan integrasi ini merupakan buah manis dari kerja sama erat antara Bank Indonesia (BI) dengan People’s Bank of China (PBoC). Kedua bank sentral ini sepakat untuk membangun konektivitas pembayaran digital yang tidak hanya canggih, tetapi juga mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, mulai dari turis hingga pelaku usaha mikro.

Menariknya, kolaborasi ini didasarkan pada visi untuk menciptakan sistem pembayaran yang lebih murah, cepat, dan transparan. Dengan skema ini, konversi mata uang dilakukan secara langsung tanpa harus melalui mata uang perantara seperti Dollar AS, yang sering kali membebani pengguna dengan selisih kurs yang tinggi.

Sebagai bagian dari fase awal, PT Netzme Kreasi Indonesia muncul sebagai salah satu Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) kategori 1 yang dipercaya menjalankan implementasi ini. Keterlibatan PJP lokal seperti Netzme menunjukkan bahwa industri teknologi finansial dalam negeri memiliki kapabilitas yang diakui secara internasional untuk mengelola transaksi lintas batas yang kompleks.

Mekanisme Transaksi: Scan di China, Bayar Pakai Rupiah

Bagi pengguna di Indonesia, cara kerja sistem ini sangatlah sederhana dan intuitif. Melalui aplikasi Netzme Pay, warga negara Indonesia yang sedang berada di negeri Tirai Bambu tersebut cukup melakukan pemindaian (scanning) pada kode QR yang disediakan oleh merchant di sana.

Di sisi lain, manfaat serupa juga dirasakan oleh para pelaku usaha di tanah air. Merchant di Indonesia yang telah terhubung dengan ekosistem QRIS Netzme kini dapat menerima pembayaran langsung dari wisatawan asal China. Para turis tersebut bisa menggunakan aplikasi populer mereka seperti Alipay dan UnionPay untuk bertransaksi di toko-toko lokal, mulai dari butik di Bali hingga warung makan di Jakarta.

Vicky G. Saputra, CEO PT Netzme Kreasi Indonesia, menegaskan bahwa peran Netzme mencakup dua sisi sekaligus, yakni sebagai issuer (penerbit) dan acquirer (pengakuisisi). Hal ini memungkinkan terjadinya aliran transaksi dua arah yang lancar, memberikan kenyamanan bagi pengguna Indonesia di luar negeri sekaligus membuka pintu rezeki lebih lebar bagi UMKM lokal.

Dampak Besar Bagi UMKM: Menuju Panggung Global

Salah satu poin paling krusial dari implementasi QRIS Antarnegara ini adalah pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Selama ini, kendala utama UMKM dalam melayani wisatawan mancanegara adalah masalah metode pembayaran. Banyak turis asing yang enggan membawa uang tunai dalam jumlah besar, sementara mesin EDC konvensional sering kali memiliki biaya sewa dan transaksi yang memberatkan pedagang kecil.

Dengan hadirnya QRIS Antarnegara, hambatan tersebut sirna. UMKM kini memiliki kesiapan yang sama dengan ritel besar dalam menghadapi transaksi global. Penggunaan teknologi seperti QRIS Soundbox Netzme memberikan kepastian transaksi bagi pedagang melalui notifikasi suara, sehingga mereka tidak perlu ragu apakah pembayaran dari turis asing sudah masuk atau belum.

"Fokus Netzme adalah memastikan inovasi seperti QRIS Antarnegara dapat benar-benar dipakai di lapangan oleh merchant, tidak berhenti sebagai teknologi," ungkap Vicky G. Saputra. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendorong digitalisasi UMKM agar lebih kompetitif di pasar internasional.

Statistik Memukau: Pertumbuhan Eksponensial QRIS di 2026

Data yang dirilis oleh Bank Indonesia menunjukkan tren yang sangat positif. Hingga triwulan I 2026, jumlah akseptasi QRIS telah mencapai angka fantastis, yakni 44 juta merchant. Mayoritas dari angka tersebut berasal dari sektor UMKM, yang membuktikan bahwa adopsi teknologi digital telah merata hingga ke akar rumput.

Tak hanya dari sisi merchant, jumlah pengguna QRIS juga melonjak hingga menyentuh 61,7 juta orang. Angka ini mencerminkan pergeseran gaya hidup masyarakat yang semakin cashless. Dalam periode yang sama, performa transaksi lintas batas juga menunjukkan potensi ekonomi yang luar biasa:

  • Transaksi Inbound (wisatawan asing di Indonesia): Mencapai 2,79 juta transaksi dengan nilai total Rp713,59 miliar.
  • Transaksi Outbound (warga Indonesia di luar negeri): Mencatat 737.647 transaksi dengan nilai mencapai Rp249,26 miliar.

Angka-angka ini diprediksi akan terus meroket seiring dengan semakin terbukanya akses perjalanan internasional dan semakin akrabnya masyarakat dengan kemudahan scan QR. QRIS kini bukan lagi sekadar fasilitas tambahan, melainkan telah menjadi infrastruktur utama dalam urat nadi perekonomian nasional.

Menatap Masa Depan: Grand Launching di Shanghai

Implementasi yang dimulai sejak 30 April 2026 ini barulah permulaan. Agenda besar berikutnya adalah grand launching yang dijadwalkan berlangsung di Shanghai pada Juni 2026. Acara ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkenalkan secara lebih luas kepada publik global bahwa sistem pembayaran Indonesia telah siap bersaing di kancah internasional.

Perluasan ekosistem ini juga dinilai akan memberikan dampak domino pada sektor pariwisata. Dengan sistem pembayaran yang praktis dan terintegrasi, wisatawan akan merasa lebih nyaman untuk berbelanja lebih banyak, yang pada akhirnya akan meningkatkan devisa negara.

Sebagai catatan, keberhasilan QRIS di China menyusul kesuksesan serupa yang telah dilakukan di beberapa negara Asia Tenggara lainnya. Hal ini mempertegas posisi Indonesia sebagai pemimpin dalam inovasi pembayaran digital di kawasan. Bagi Anda yang ingin mendalami lebih lanjut mengenai perkembangan teknologi finansial, jangan lewatkan ulasan mengenai tren ekonomi digital yang terus berkembang pesat.

Kesimpulan: Kedaulatan Digital yang Inklusif

Langkah Bank Indonesia dan para mitra PJP seperti Netzme dalam membawa QRIS ke panggung global adalah bukti nyata bahwa inovasi anak bangsa mampu berbicara banyak di level dunia. Ini bukan hanya soal kemudahan belanja, tetapi soal membangun kedaulatan digital dan mempererat hubungan ekonomi antarnegara melalui teknologi.

Bagi masyarakat luas, inilah saatnya untuk semakin bangga menggunakan produk dalam negeri. Dengan terus mendukung ekosistem pembayaran digital nasional, kita secara tidak langsung ikut berkontribusi dalam memperkuat posisi ekonomi Indonesia di mata dunia. Masa depan pembayaran ada di genggaman tangan kita, dan kini, genggaman itu bisa menjangkau hingga ke ujung dunia.